Beranda»Pibbi Ke 70 Resmi Dibuka
FOKUS UKSW
06 January 2017 16:58
PIBBI ke-70 Resmi Dibuka

PIBBI ke-70 Resmi Dibuka

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Language Training Center (LTC) kembali menggelar Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI). PIBBI ke 70  ini dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor I UKSW Prof. Ferdy Semuel Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., Ph.D., ditandai dengan pemukulan gong, Rabu (4/1) pagi di ruang Nusantara LTC UKSW.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ferdy Semuel Rondonuwu menyambut 18 peserta PIBBI yang sebagian besar merupakan mahasiswa Australian National University (ANU).  Disampaikannya bahwa kedatangan peserta PIBBI ke Salatiga pada bulan Januari tepat saat cuaca sedang baik. Dirinya berharap seluruh peserta dapat  menikmati waktu selama di UKSW dan keluarga asuh.

Prof. Ferdy Semuel Rondonuwu menambahkan selain di UKSW peserta juga dapat belajar dari kehidupan sehari-hari keluarga asuhnya. Selain itu beragamnya budaya di Indonesia juga diharapkan dapat dipelajari dari mahasiswa UKSW yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Kami berharap anda semua dapat belajar bahasa Indonesia dengan perasaan senang dan bisa meluangkan waktu di Salatiga secara bebas sehingga dapat memperoleh banyak pengalaman. Saya ucapkan selamat datang di Salatiga, selamat belajar hingga berakhirnya proses PIBBI,” tutur Ferdy.

Direktur LTC UKSW Johanna Likumahuwa, S.Pd mengatakan, PIBBI ke 70 resmi berlangsung mulai 4 Januari hingga 14 Februari mendatang. Peserta terdiri dari 17 mahasiswa Australian National University (ANU) dan satu peserta umum.

Belajar Bahasa dan Budaya

“Selama mengikuti program ini, mereka akan belajar bahasa dan juga budaya Indonesia. Selain belajar dalam kelas-kelas kecil dengan 5 level, mereka juga akan belajar budaya dengan memilih kelas pencak silat atau memasak. Dalam kelas memasak peserta akan belajar memasak masakan tradisional yang memanfaatkan daun pisang,” terang Johana.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung peserta juga akan diajak untuk mengikuti kelas non teori dengan berkunjung ke berbagai tempat umum seperti sekolah, pasar tradisional, industri rumah tangga dan lainnya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Berbeda dengan sebelumnya, seluruh hasil belajar peserta PIBBI kali ini akan dikonversikan sebagai salah satu matakuliah yang diakui di ANU. Peserta diwajibkan untuk menulis laporan yang didasarkan pada observasi dan wawancara mendalam kepada narasumber. Hasil belajar peserta PIBBI akan dipresentasikan dan ditampilkan dalam acara Siang Budaya pada 25 Januari mendatang.

“Kami telah siapkan 15 tenaga pengajar untuk mendukung program ini. Sementara untuk memperlancar bahasa Indonesia peserta akan tinggal di rumah penduduk selama program dengan 9 orang tua asuh,” imbuh Johana. Kegiatan ini dapat juga dilihat di suaramerdeka.com dan semarangpos.com (chis/upk_bphl/foto:chis).